18.6.10

Kepada cinta, penuh tanda tanya

Untuknya yang pernah berlabuh dihatiku
selamat malam.
tak pernah bermaksud untuk bermelancholia
tiada prasaan untuk bergombal ria
ini hanya pernyataan semata
tentang sebuah rasa yang terekam baik dipita batinku
tentang setiap kata yang tertulis diatas lembaran hati
tak ada maksud untuk bersangka berpraduga sungguh
tak ada maksud untuk melukai dan menancapkan duri dalam dirimu
aku pun memiliki rasa yang sama sepertimu saat ini
aku pun ingin kembali menggenggam jari jari halus tak bercela yang dimiliki seorang gadis mempesona seperti dirimu
ingin kunyanyikan lagi lagu cinta yang menancap erat dikepala
yang bergetar saat pita suaraku mulai melantunkannya
riuh rendah hadirmu ada walau hanya bayang semu. lekat, erat dibenak
ingin kunyatakan lagi rasa ini seperti dulu
taukah aku pun menderita dera yang sama
tersayat halus namun tak seberapa
tapi ada segelintir ragu untuk mengungkapnya lagi
mungkin aku hanya takut...kelut
hanya bersikap bak seorang pengecut
aku takut menggores lagi, melukai lagi, menjatuhkan lagi
dan sampai detik inipun aku masih membuat airmata membasahi kepipimu
betapa kejinya aku
jangan kau berpikir aku akan berubah
ini berat untuk dirasakan tapi lebih berat untuk kudiamkan
aku tak tau harus berbuat apa
ketemukan titik semu yang buntu
penuh tanda tanya
dan semua asumsi tak nyata yang belum tentu adanya
Dia jauh lebih tau apa yang terbaik untuk kita
semoga saja
jika kau berkenan aku akan segera menjemput hati itu
yang retak kesalahan masa lalu
akan kuperbaiki, ku susun lagi, menjaganya lagi
entah apa yang kaupikirkan saat ini
sayang ini belum enyah dari benakku
engkau yang dulu tiada,kini kembali tiada bagiku

dan untuk cinta dan semua tanda tanyanya
andai ada jawabannya maka katakanlah..




maaf saya terlalu munafik untuk mengatakannya

No comments:

Post a Comment

komengnya plis..