22.7.10

Press Realese FFC

PRESS RELEASE 
Jakarta, 23 Juli 2010
“Free your style for charity” 
Dalam rangka mewujudkan kepedulian sosial, Freestyle For Charity (kemudian disebut FFC) akan mengadakan pengumpulan dana untuk nantinya disumbangkan kepada khalayak yang membutuhkan. 
Kemiskinan
Kalau kita berbicara soal kemiskinan di Indonesia rasanya tidak akan ada habisnya. Mulai dari kurangnya masyarakat yang mendapatkan pendidikan yang layak, kesehatan yang cukup, ataupun tempat tinggal yang memadai untuknya maupun keluarganya. Beberapa bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, mulai dari sandang, pangan, sampai papan.
Padahal seperti tertera di UUD '45 pasal 34 "fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara". Akan tetapi dengan jumlah warga negara Indonesia yang sudah di atas 200 jutaan, dan dengan masyarakat yang hidup di garis kemiskinan semakin meningkat setiap tahunnya, tidak mungkin semua ditangani oleh negara.
Faktor Risiko
Meningkatnya kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh faktor perekonomian yang sempat mengalami krisis beberapa tahun lalu dan dampaknya masih dirasakan sampai sekarang. Mereka yang dulu sempat bekerja dan kemudian terkena imbas pengurangan karyawan (PHK), sedangkan mereka yang dulunya sudah miskin menjadi semakin miskin. Angka pengangguran tinggi, bisa menyebabkan tindak kriminalitas karena terdesak kebutuhan ekonomi.  
Penanganan Kemiskinan
Sudah jadi keinginan semua bangsa agar warga negaranya terbebas dari kemiskinan. Niat untuk mengentaskan kemiskinan dari muka bumi ini juga dikokohkan dengan adanya “Deklarasi Johannesburg mengenai Pembangunan Berkelanjutan” dan disepakati oleh 165 Kepala negara yang hadir dalam KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg, Afrika Selataan pada tahun 2002 silam. Artinya, semua sepakat untuk mewujudkan pembangunan dan memberantas kemiskinan paling lambat tahun 2015.
Beberapa program di dalam deklarasi ini dituliskan untuk menjadi acuan para negara yang menandatangani kesepakatan ini (salah satunya Indonesia). Langkah yang diambil Indonesia salah satunya adalah “membentuk dana solidaritas dunia untuk penghapusan kemiskinan dan memajukan pembangunan sosial masyarakat Indonesia”.
Di sini pertanyaannya : Bagaimana agar dana tersebut digunakan dengan tepat guna untuk mengentaskan kemiskinan?
Dana yang terkumpul bisa saja langsung disalurkan bagi mereka yang membutuhkan dan masuk kategori masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Akan tetapi, setelah dana habis, tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Maka cara yang dilakukan biasanya berupa pancingan, bisa dengan dibuka lapangan pekerjaan, atau diberi usaha wiraswasta.
Selain cara tersebut, masih ada banyak langkah lain yang bisa dilakukan. Salah satunya yang akan dilakukan oleh Freestyle For Charity.  
Freestyle For Charity
Freestyle For Charity, yang selanjutnya akan disebut F for charity, adalah sebuah kegiatan sosial yang dilakukan dalam rangka menggalang dana untuk masyarakat yang kurang mampu, atau mereka yang membutuhkan.
Berawal dari pertemuan beberapa anak muda yang tadinya hanya saling kenal melalui situs jejaring sosial Twitter. Pertemuan yang dinamakan Twitgath (twitter gathering) ini pertama kali hanya bermaksud sebagai ajang silaturahmi dan perkenalan di dunia nyata. Boomingnya twitter pada saat itu adalah sejak peristiwa bom kuningan dan kami banyak memberikan dukungan di twitter melalui #indonesiaunite. Dari situ kami menyadari, bahwa kami sangat mencintai negara ini dan mau memberikan sumbangsih. Meski sadar sumbangsih yang diberikan mungkin tidak seberapa, tapi setidaknya kami ingin menunjukkan sebagai generasi muda tidak hanya bisa berfoya-foya, kami generasi muda yang peduli bangsa. 
Kenapa kami menamakan kegiatan kami dengan Freestyle for Charity? Bukan karena kami menjadikan freestyle basket ini sebagai ujung tombak pengumpulan dana ini, tapi lebih kepada Free your style for charity, atau tunjukan kepedulianmu dengan gaya sesukamu
Ide yang kami tawarkan untuk pengumpulan dana ini terdiri dari tempat, tanggal, dan apa saja yang bisa kami lakukan. Kami mulai menggali potensi dari anak-anak anggota FFC sendiri, yang pada saat itu semakin bertambah anggotanya, ternyata banyak dari anak-anak FFC yang sangat antusias dan mau menyumbangkan talenta mereka. Mulai dari main gitar, main gendang kecil, ada yang bisa menyanyi, ada yang bisa menari, ada yang bisa baca puisi, ada yang bisa membuat puisi, dan ada juga yang memang rapper.
FFC pengumpulan dana sesi pertama sudah diselenggarakan pada tanggal 14 Maret dan 21 Maret 2010. Lalu acara puncaknya pada tanggal 27 Maret 2010, kami memberikan dana seadanya untuk pendidikan ke rumah singgah yang sudah kami sepakati, lalu buku dan juga baju bekas. 
Sasaran kami adalah dari segi pendidikan, meski pengentasan kemiskinan bisa dalam berbagai cara. Hal ini disebabkan anggota FFC masih banyak juga yang sekolah, kuliah, dan sangat menyadari pentingnya pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah dasar dan modal utama bagi seseorang, yang tidak mampu sekalipun untuk bangkit dari lingkaran kemiskinan.
Kami berdiri sendiri, peduli akan nasib bangsa dan generasi mendatang. Meski dana yang kami kumpulkan mungkin tidak seberapa, tapi kami akan berusaha memberikan sumbangsih bagi negara ini.
Untuk itu kami berencana melakukan FFC pengumpulan dana sesi kedua di Gelora Bung Karno pada hari Minggu, 1 dan 8 Agustus 2010 mulai pukul 07.30 – 10.00. Kegiatan yang akan diadakan adalah Tari tradisional, Pertunjukan drama singkat, Rap, Ngamen, dan Freestyle dari Masa Depan Basketball Jakarta. Selain itu akan ada pengumpulan baju bekas dan buku bekas. Dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk pembelian buku dan buka puasa bersama dengan anak jalanan. Di sini kami juga bermaksud mengundang rekan media yang apabila bersedia hadir untuk meliput kegiatan kami, sekaligus membantu kami agar pengumpulan buku untuk pendidikan dan baju layak pakai bisa lebih banyak lagi.
Demikian Press Release ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. 
Hormat saya,
Cendera Rizky
Freestyle For Charity 
Informasi lebih lanjut :
follow @fforcharity
Cendera Rizky (0812 8131  5484) (@cendera)
Vangka Stephanny (0856 895 7890) (@vstefy)
Richard Leo Latunusa (0818 170 196) (@nsane11)

No comments:

Post a Comment

komengnya plis..